Wanita-ku
Mungkin kau terluka
Pintaku mendengar, tersenyum atau peluk singkat
Ah tidak, aku tak meminta banyak waktumu
Juga tak meminta kau pandangi
Aku berada tak jauh darimu
Kau juga bisa merasa detak nadi dan nafasku
Sudilah berhenti sejenak
Ku hanya ingin katakan
Terimakasih tlah hadirkanku di sini~
Terimakasih tlah menjadi satu-satunya wanitaku di dunia ini~
rina erge
Minggu, 13 Desember 2015
Wanita-ku
Rabu, 07 Oktober 2015
BUKU YANG TAK PERNAH DITERBITKAN
Selasa, 10 Desember 2013
siapa "dia"
suatu hari, aku berjaan...
mengitari sungai ini, hingga ia yang bermuara pda satu sudut mata,
tak ku temui satupun muar yang menjadi ujung,
diamana??
"siapa yang kamu cari,, wahai putri?" terdengar suara tanpa rupa
"siapa kamu?" tanyaku sembari mencari-cari sosok itu,
ia tetap tak terlihat,
namun ia terus dan terus mengiringi langkahku,
dalam pencarianku, dalam tngis dan tawa,
dia selalu bersuara, selalu mencoba melucu (meski sebenarnya kadang tak lucu),
selalu mencoba memberi nsehat (meski kadang ku menangis dibuatnya),
hahahaa, ku pikir ini sungguh konyol !!!
ia tau semua tentangku,
ku pikir mungkin dia dukun, tepatnya miliki indera ke-6
hal itu menakuti ku,bagaimana mungkin ia tahu??
lambat laun, tangis itu teerhenti,
tak ada agi sepi, kecewa, marah dan bingung,
suara itu masih saja selalu mengikuti ku
ia seperti sosok yang menyayangiku,
kadang suara itu parau seperti ayah,
kadang suara itu tegas seperti kakak,
kadang suara itu lembut sepeerti ibu,
kadang suara itu galak seperti kakek,
kadang suara itu romantis seperti sang kekasuih,
ah, siapa kau ini,
lantas apa keinginanmu hadir dalam dunia ku?
lantas apa yang membuatku terus mendenngaarkanmu,
meski aku bantah kau terkadang...
siapapun "dia"
terimakasih, telah temani ku,
meski hanya suara yang ku tahu....
Polemik
Hari gini jdi mahasiswa, gag militan?
Dijamin dibilang katrok, pecundang dan kuper.
Eh, memang harus ya jadi aktivis yang berkaos berbalut bendera merah putih, wajah kucel biar keliahatan sangar, rambut gondrong (yang ini gak wajib), tangan mengepal sana sini, as eolah tak peduli ntah dilembar batu, gas air mata, bahkan dibakar srkalian (messki yang dibakar sebenernya ban doank!) .
Mereka menyeru2 atas nama RAKYAT,,,
bayangin deh, betapa mulianya niatan mereka, sampai segitunya low, turun ke jalan, jalan ampe kaki mow patah, dah gag mikir kulit bakal item kebakr, atau kulit terkena UV . ah bodo amat!
Otak mereka pun radikaall bro, gak sembarangan lo debat ma mereka, pasti lo lebantai,
Saat kita bicaran n nyinggung dikit aja tentang pemerintahan, tentang apa saja yang berbau poloitik, mereka bakalan nyamber n seolah-olah bicara pada aparat pemerintah, dan seolah-olah kita ni anggota DPR yang siap dibantai,
Ooooo myyyy gooodddd!
itulah radikal margin kiri !!!
Tapi jangan kira, pasti mereka menggebu-gebu, lebeyyyy dikit,,
Ah pusing dah pokoknyaa.
Tapi yang disayangkan dari ke'militan'nya ini, jarang yang ajeg pemirsah!
Lihat saja mahasiswa seperti itu, kalo uda diskusi ampe larut maleeemm boook, bhkan ampe subuh ( gue juga gag tau apa yang diomongin) ampe teler ddengernya pun, trus nanti mereka jam 4 tidur udah molor ampe siang, h h h
Realita mahasiswa lilitan eh militan di indonesia tu kayak gitu.
Gimana mau dikbulin coba, doa mereka but rakyat, jika subuhan aja gak pernah,,
Ohh Tuhannn pun males dengernya.
Margin kiri boleh saja mengabaikan aturan pemerintah yang ya 'memang amburadul' tapi apa Tuhan juga amburadul, egak kan?
Heran sih,
Nanti yang sudah dapat jabatan di kmpus,, beeeee,,,, pikiran idealis nya bakalan ngancur2in prmirsah,
Mereka dah gak militan lagi, yang ada mumet, disuruh sana-sini,
Pokoknya mikir lagi kalo mau trun ke jalanan,
Huhuhuh
Saya herann pemirssah!
Mahasiswa itu banyak, yang militan juga banyak,
Tpi jika hanya seperti itu,
Yaaa,... Pantes saja rakyat masih gk terangkaat..
Berjuang namun tidak memohon pada yang menyelarskan kehidupan ..
Kado yang tak tersampaikan
Berpuluh menit, bahkan beribu jam berlari mengiringiku,,
Ups!!!
Tak tersadar aku berlari mengejar pesonanya (ah ini bukan lagu afgan##)
Telah terbingkai rapi, terbungkus rapat, seperti hati ini yang tak bisa sedkitpun terbuka setelah pertemuanku dengannya,,
Ya tepatnya, setelah sang fajar ajriku jatih cinta,
Kini hari itu tiba,
Ak hanya berdiri, menghadap hari, menunggu pukul 00:00 segera tiba,
Tapi untuk apa aku menunggu nya,
Ah, aku berpikir ulang untuk mengucapkannya,
Aku meras tak lagi seperti tahhun kemarin,
Ddengan bahagianya aku mengucapkan selamat ulang tahun di hdapannya langsung, melihatnya tersenyum padaku, dan mengucapkan terimakasih.
Sebenarnya bukan terima kasih yang ku harapkan,
Namun, hanya senyum itu yang membuatku tergoda untuk memberinya kado tahun ini,
Tapi kini semua tlah berbeda, tepatnya berbeda cerita,
Kini peerasaannya tak lagi sama,
Aku tahu, aku manusia paling bebal, meski telh sakit seperti ini masih saja jatuh cinta berulang kali padanya.
Aku kembali mengurungkan niatku,
Ku tarik kembalu langkahku untuk tk menemuinya,
Dan memberikaan bingkisan ini padanya,
Biar aku berdoa saja, tepatnya pada yang mencipt rasa ini,
Tuhan,
Khususnya hari ini,
Aku amat bersyukur padaMu
Telah engkau lahirkan sang pangeran di hatiku
Tepatnya hari ini,
Ku bahagia kau terlahir di dunia
22 tahun yang lalu,
Aku menemukanmu untuk usiamu yang ke 22
Dan aku selalu bahagia terutama pada Tuhan
Yang telah menciptakanmu
Eski kau tercipt untuk yang lain
Tapi setidaknya,
Aku tercipta untuk pernah mengenalmu dan mencintaimu,
Kado ini ku lebur menjadi doa terindah untukmu
Kekasih Tuhan,
Semoga pnjang umur dan bahagia selalu.
RR