Berpuluh menit, bahkan beribu jam berlari mengiringiku,,
Ups!!!
Tak tersadar aku berlari mengejar pesonanya (ah ini bukan lagu afgan##)
Telah terbingkai rapi, terbungkus rapat, seperti hati ini yang tak bisa sedkitpun terbuka setelah pertemuanku dengannya,,
Ya tepatnya, setelah sang fajar ajriku jatih cinta,
Kini hari itu tiba,
Ak hanya berdiri, menghadap hari, menunggu pukul 00:00 segera tiba,
Tapi untuk apa aku menunggu nya,
Ah, aku berpikir ulang untuk mengucapkannya,
Aku meras tak lagi seperti tahhun kemarin,
Ddengan bahagianya aku mengucapkan selamat ulang tahun di hdapannya langsung, melihatnya tersenyum padaku, dan mengucapkan terimakasih.
Sebenarnya bukan terima kasih yang ku harapkan,
Namun, hanya senyum itu yang membuatku tergoda untuk memberinya kado tahun ini,
Tapi kini semua tlah berbeda, tepatnya berbeda cerita,
Kini peerasaannya tak lagi sama,
Aku tahu, aku manusia paling bebal, meski telh sakit seperti ini masih saja jatuh cinta berulang kali padanya.
Aku kembali mengurungkan niatku,
Ku tarik kembalu langkahku untuk tk menemuinya,
Dan memberikaan bingkisan ini padanya,
Biar aku berdoa saja, tepatnya pada yang mencipt rasa ini,
Tuhan,
Khususnya hari ini,
Aku amat bersyukur padaMu
Telah engkau lahirkan sang pangeran di hatiku
Tepatnya hari ini,
Ku bahagia kau terlahir di dunia
22 tahun yang lalu,
Aku menemukanmu untuk usiamu yang ke 22
Dan aku selalu bahagia terutama pada Tuhan
Yang telah menciptakanmu
Eski kau tercipt untuk yang lain
Tapi setidaknya,
Aku tercipta untuk pernah mengenalmu dan mencintaimu,
Kado ini ku lebur menjadi doa terindah untukmu
Kekasih Tuhan,
Semoga pnjang umur dan bahagia selalu.
RR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar